Pelatihan Penerapan Teknologi Pertanian Perkotaan Dalam Menunjang Pariwisata

Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan mengadakan pelatihan penerapan teknologi pertanian perkotaan dalam menunjang pariwisata yang melibatkan unsur pelaku utama/petani dan penyuluh/petugas pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung PIKAT tepatnya diKelurahan Titiwungen Selatan Kecamatan Sario. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 4 hari yaitu hari senin-selasa dan kamis-jumat pada tanggal 20-21 dan 23-24 Agustus 2018.

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan informasi dan teknologi kepada pelaku utama/petani dan penyuluh pertanian tentang penerapan teknologi pertanian perkotaan dalam menunjang pariwisata. Pelatihan kegiatan ini dilaksanakan dengan penyampaian materi oleh narasumber yang berkompeten dan dilanjutkan dengan Tanya jawab (diskusi)yang diarahkan oleh moderator untuk lancarnya kegiatan tanya jawab ini.

Kepala bidang Penyuluhan Feriana C. Palandeng, M.Si mengatakan pelatihan ini harus tetap terus dilaksanakan (berkelanjutan) dalam rangka penerapan teknologi/inovasi terbaru khususnya sektor pertanian juga guna peningkatkan kapasitas penyuluh pertanian serta pelaku utama/petani.

Kadis Ir. Nolfie Dj. Talumewo Pelaksanaan pelatihan ini adalah sebagai upaya dari Pemerintah Kota Manado dibawah kepemimpinan bapak G.S Vicky Lumentut dan bapak Mor D. Bastiaan membentuk sumberdaya manusia yang cerdas dalam mengaplikasikan berbagai sumberdaya yang ada termasuk potensi pertanian.

Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat memberikan nilai-nilai kontribusi yang positif dalam peningkatan pendapatan petani dan masyarakat tetapi juga memberi nilai tambah terhadap pemanfaatan sumberdaya alam yang ada untuk kota manado. Tetapi juga dalam mendukung Pemerintah Kota dalam menunjang kepariwisataan yang ada di kota manado.

 

 

 

 

 

DPKP Laksanakan Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana irigasi Air Tanah Dalam

Dalam rangka peningkatan produksi hasil pertanian, Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan membangun sarana dan prasarana irigasi air tanah dalam bagi kelompok-kelompok tani yang dimanfaatkan untuk kebutuhan air dalam mengantisipasi musim kemarau. Pembuatan air tanah di buat pada tahun 2018 dengan mengunakan anggaran DAK-APBD kota manado.

Kegiatan pembuatan irigasi air tanah ini dikerjakan pada 3 (tiga) kelurahan yaitu kelurahan Bengkol (2 unit), kelurahan Paniki Bawah (2 unit), kelurahan Pandu (1 unit). Proses pekerjaan  bersifat swakelola oleh kelompok-kelompok tani sesuai dengan Surat Keputusan (SK). Pembuatan irigasi air tanah diberikan kepada kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Manado berjumlah 5 unit yaitu KT Mekar, KT Aspartan, KT Mamiri, KT Putra Tani, KT Pakoba.

Berdasarkan fakta empirik maka perlu dipikirkan alternative lain untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dari sumber air yang lain, air tanah merupakan salah satu pilihan sumber air yang dapat dikembangkan untuk pertanian. Potensi air tanah disuatu wilayah relative apabila tidak diusahakan, Pengambilan air tanah sesuai dengan kemampuan pengisiannya, selain dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Ir. Nolfie Dj. Talumewo,  mengatakan bahwa: “Dengan adanya irigasi air tanah dalam pada tahun ini (2018) berjumlah 5 unit yang di sebar di 5 kelompok tani, ini sangat membantu petani dalam pengusahaan usaha taninya terutama jika terjadi musim kemarau.”

Petani  dapat memanfaatkan proyek tersebut untuk penyiraman sehingga produksi dari masing-masing komoditi dapat di pertahankan. Untuk itu Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan produksi sehingga masyarakat/petani menjadi petani yang cerdas untuk pengolahan usaha taninya.

Kepala bidang Prasarana dan sarana, Ir. Manina Korompis juga mengatakan bahwa kegiatan ini masih terus dibutuhkan oleh petani-petani yang lain untuk perlu dilanjutkan pada tahun kedepan.

DPKP Laksanakan Pameran Tanaman Hias dan Produk Olahan

Peserta pameran melibatkan kelompok tani/kelompok usaha tanaman hias dan produk olahan hasil pertanian dan perikanan Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara.  Yang pelaksanaannya dibuat pada pelataran parkir Manado Town Square I, pada tanggal 30 Agustus sampai 8 September 2018.

Pameran ini dilaksanakan untuk mempromosikan hasil unggulan daerah, baik tanaman hias maupun produk olahan hasil pertanian/perikanan yang dikelolah oleh petani/kelompok tani/kelompok nelayan  guna meningkatkan pendapatan/kesejahteraan petani dan nelayan.

Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan Ir. Lucky M. F. Kamagi mengatakan bahwa: “Promosi hasil unggulan daerah baik tanaman hias maupun produk olahan hasil pertanian/perikanan melalui kegiatan pameran sebaiknya dilaksanakan secara berkelanjutan”.

Kadis Ir. Nolfie Dj. Talumewo, juga mengatakan: “Pelaksanaan pameran tanaman hias dan pengolahan hasil perikanan dilaksanakan sebagai kegiatan dalam mendukung program Pemerintah Kota Manado yaitu Manado Fiesta 2018.”

Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat manado disekitarnya terutama tentang tanaman hias dan pengolahan hasil perikanan. Para stakeholder yang ikut ambil bagian dalam pameran tersebut diharapkan agar dapat menjalin kerjasama yang baik, apalagi pameran ini di ikuti peserta dari luar kota manado, sehingga juga diharapkan akan terjadi peningkatan pendapatan bagi peserta dalam menjual produk yang ada.

Disamping itu dapat mengenal bahwa kota manado juga banyak terdapat usaha-usaha tanaman hias dan pengolahan hasil sebagai upaya mewujudkan Manado Kota Cerdas dan sebagai kota Pariwisata.

 

 

DPKP Laksanakan Vaksinasi Hog Cholera Pada Ternak Babi

Vaksinasi Hog Cholera pada ternak babi yang dilaksanakan oleh penyuluh pertanian/peternakan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Manado, dilaksanakan pada 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Malalayang, Kecamatan Wanea, Kecamatan Mapanget. Pada tanggal 18 Juli sampai 4 Agustus 2018.

kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menular pada babi secara akut, yang ditandai demam tinggi, pendarahan umum dan nekrosa dalam badan dan saluran pencernaan dengan morbilitas dan morbalitas tinggi.

Hewan yang rentan terhadap penyakit ini  adalah babi. Penularan penyakit ada 2 cara yaitu: 1). Kontak langsung Babi yang sakit ke babi yang sehat.  2). Kontak tidak langsung: lewat makanan yang tercemar sekreta dan alat yang tercemar, hewan/manusia.

Masa inkubasi penyakit antara 2-6 hari. Pada umumnya terjadi demam tinggi 41o-42oC, hyperemia, nafsu makan menurun, lesu, diare, gemetar, terjadi kelumpuhan, bercak merah kebiruan pada kulit dibagian dada dan telinga. Angka kesakitan amat tinggi dan pada anak babi yang masih menyusui presentase kematiannya tinggi 90-95%.

Penanggulangan hog cholera pada babi biasa dilakukan dengan cara vaksinasi baik aktif dan inaktif. Anak babi dan induk yang belum divaksinasi bisa divaksinasi umum 2 minggu. Anak babi dan induk yang divaksin dan mendapat kolostrum terlindungi sampai umur 6 minggu. Induk babi bunting yang divaksin menyebabkan anak menjadi carrier. Vaksinasi paling aman yaitu induk divaksin 2 minggu sebelum kawin.

“Vaksinasi Hog Cholera dilaksanakan untuk mencegah timbulnya penyakit pada ternak babi, karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian yang menimbulkan kerugian bagi peternak maupun usaha peternakan babi”, Kata Ir. Heskie Mamahit, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan. Upaya untuk meningkatkan pendapatan peternak adalah dengan meningkatkan pemeliharaan yang baik dengan memperhatikan kesehatan hewan melalui vaksinasi.

Kepala Dinas Ir. Nolfie Dj. Talumewo, mengatakan bahwa salah satu program kegiatan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Manado yaitu pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan menular. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.

Melalui APBD Kota Manado dan bantuan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Daerah Sulawesi Utara telah menyiapkan vaksin Hog Cholera dalam rangka pencegahan penyakit Hog Cholera melalui vaksinasi terhadap ternak babi milik peternak dan usaha peternakan.

Pihak dinas juga menyiapkan tenaga vaksinator dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut. Kegiatan vaksinasi hog cholera yang dilaksanakan sampai saat ini sebanyak 5.500 ekor babi dari kurang lebih 6.000 ekor babi yang ada dikota manado dengan target pada tahun ini akan divaksin sebanyak 6.000 ekor.

 

 

 

 

Biogas Untuk Energi Listrik di Rumah Potong Hewan (RPH)

Tim dari Bapelitbangda Kota Manado bersama staf rancangan dari Taiwan/China melaksanakan  survei awal mengenai jumlah produksi limbah yang ada di Rumah Potong Hewan (RPH). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memanfaatkan limbah RPH (Sapi dan Babi) untuk dijadikan pembangkit Listrik.

Selama ini limbah RPH hanya dibuang saja dan tidak digunakan, maka salah satu solusi yaitu dengan memanfaatkannya agar bisa digunakan untuk keperluan masyarakat. Langkah awal yaitu dengan melaksanakan survei untuk melihat potensi yang ada.

Menurut Kepala UPTD RPH Joyke N. Tumbel, S.Pt, “Rencana awal ini akan sangat bermanfaat kedepan untuk kota cerdas/smart city dalam menanggulangi pencemaran limbah RPH”.

Kepala Dinas DPKP Kota Manado, Ir. Nolfie Dj. Talumewo  juga mengatakan Pemanfaatan limbah yang ada RPH terutama untuk pembuatan biogas adalah suatu inovasi yang baik dalam menunjang  program Pemerintah Kota Manado, karena selama ini limbah tersebut hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Kedepan kita akan rancang kerjasama dengan para pemerhati pemanfaatan limbah untuk pembuatan biogas, selain untuk energi listrik biogas ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas (BBG) untuk kebutuhan rumah tangga, Kata Kadis DPKP”.

Pemanfaatan limbah RPH ini untuk kepentingan listrik dan bahan bakar gas akan dapat mengurangi limbah kotoran dapat juga memberi tambahan dalam peningkatan pendapatan.