Program Konversi BBM ke LPG 3 Kg Untuk Nelayan Kecil di Kota Manado

Pembagian paket perdana konverter kit pada program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Liquified Petroleum Gas (LPG) Tahun Anggaran 2018, dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kelautan Dan Perikanan Ir. Nolfie Dj. Talumewo, Walikota Manado yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Mikler Lakat, S.H., M.H, Kementerian ESDM yang diwakili oleh Irjen Pol. Drs. Widyo Sunaryo (Purna), Komisi VII DPR-RI Bara K. Hasibuan, M.A, Camat Tuminting Drs. Dany Kumayas, Perwakilan PT. Pertamina Parrama R, Ap., serta para nelayan yang akan menerima bantuan.

Sosialisasi dan penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumumpa Kecamatan Tuminting. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 November 2018 sebagai sosialisasi pemberian paket konversi BBM ke BBG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di Kota Manado. Dilanjutkan dengan pendistribusian  paket bagi nelayan yang sudah terdata pada 9, 10 dan 12 November 2018 secara gratis.

Program konversi BBM ke LPG ini diberikan kepada nelayan kecil untuk menghemat bahan bakar kapal kurang lebih 50% sehingga bisa meningkatkan taraf hidup/kesejahteraan para nelayan kecil yang ada di Kota Manado, kemudian program penggunaan LPG ini sangat ramah lingkungan.

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (MIGAS), bekerja sama dengan PT. Pertamina juga Dinas Pertanian Kelautan Dan Perikanan Kota Manado. Adapun program ini, merupakan program kemitraan Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR-RI. Pemberian bantuan bagi nelayan di kota Manado sudah melalui tahapan verifikasi sesuai kriteria penerima bantuan seperti Nelayan pemilik kapal dengan kapasitas kurang lebih 5 GT, tenaga mesin kapal yang terpasang setara dengan 13 HP berbahan bakar bensin, menggunakan alat tangkap ramah lingkungan  atau tidak menggunakan jaring yang dilarang dalam penangkapan ikan, nelayan belum pernah menerima bantuan sejenisnya, memiliki kartu nelayan atau identitas yang terdaftar di Kementerian Kelautan Dan Perikanan. Tujuan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan konversi BBM ke BBG untuk penghematan Devisa Negara dikarenakan Indonesia masih mengimpor 1,4 juta barel/hari, sedangkan hasil dalam negeri hanya 8.500 barel/hari.

Kata Ir. Billy Watuseke Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan, “Program konversi BBM ke LPG bagi nelayan kecil di Kota Manado sangat baik dilaksanakan untuk dapat meningkatkan produksi perikanan tangkap, karena dengan penggunaan LPG biaya akan lebih murah sehingga trip penangkapan akan lebih banyak dilakukan sehingga lebih berpeluang untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih banyak dari pada menggunakan bahan bakar minyak”.

Kepala Dinas Perikanan Kelautan Dan Perikanan Ir. Nolfie Dj. Talumewo menjelaskan, “Program kemitraan ini sangat baik dalam membantu Pemerintah Kota Manado, terutama paran nelayan yang ada di Kota Manado. Diharapkan bantuan Bahan Bakar Gas berupa LPG bagi kapal perikanan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin demi meningkatkan pendapatan nelayan”.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *