Limbah Rumah Potong Hewan (RPH) Jadi Biogas Energi Listrik

Kepala dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan memberikan tugas kepada Kepala UPTD RPH Bailang untuk melaksanakan tugas terkait dengan Biogas energi listrik.

Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Potong Hewan Sapi Bailang Kecamatan Bunaken. Pelaksanaaan kegiatan pada hari Jumat, 9 Nopember 2018.

Produk akhir dari proses pemotongan hewan di rumah potong hewan (RPH) adalah limbah. Ada dua macam limbah yang didapatkan di RPH yaitu

1).  Limbah padat berupa isi rumen, feces, dsb.

2).  Limbah cair berupa urine, darah, dsb.

Pada dasarnya limbah ini menimbulkan polusi udara (bau yang menyengat) dan harus ada solusi dengan menciptakan salah satu inovasi yaitu dengan pengolahan limbah menjadi biogas energi listrik terbarukan.

Salah satu program Pemerintah Kota Manado yaitu Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mampu memberikan inovasi kepada Pemerintah Kota, dalam rangka menuju Manado Smart City tahun 2021.

Pemerintah Kota Manado melalui BAPELITBANGDA, melakukan MoU dengan Feng Chia University yang difasilitasi oleh APEC-ACABT dan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado, dengan melakukan perjanjian kerjasama untuk membangun pembangkit listrik tenaga biomasa di RPH Sapi Bailang dengan memanfaatkan limbah RPH dan sampah organik lainnya.

Joyke N. Tumbel, S.P, sebagai  Kepala UPTD RPH Bailang meyatakan “Dengan diresmikannya pilot project “Hy Me Tek” yang berupa pembangkit listrik tenaga biomasa ini, kiranya akan membuka mindset atau cara berpikir masyarakat kota dan pemerintah bahwa limbah bias dijadikan Energi listrik”.

Dan kedepannya diharapkan dapat dibangun proyek dengan daya yang lebih besar, karena saat ini daya yang ada hanya 5 KW.

Kepala Dinas Pertanian, Kelauta dan Perikanan Ir. Nolfie Dj. Talumewo mengatakan, penyerahan alat tersebut dilakukan oleh Feng Chia University dan APEC-ACABT Taiwan kepada Pemerintah Kota Manado yang di terima langsung oleh Walikota Manado yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Manado bapak Micler C. S. Lakat, SH.,MH.

Dengan adanya pemanfaatan limbah kotoran sapi dan limbah pertanian lainnya maka ada dua hal yang bisa teratasi:

  1. Limbah kotoran hewan (sapi) dan limbah pertanian lainnya dapat dimanfaatkan sehingga mengurangi dampak dari penumpukan sampah yang ada.
  2. Pemanfaatan limbah tersebut akan membantu masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan tapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penggunaan biolistrik.

Dengan pengembangan listrik biomasa dengan memanfaatkan limbah organik kotoran sapi untuk menjadi sumber energi listrik. Sumber listrik yang dihasilkan dari alat yang ada saat ini memang masih terbatas namun diharapkan kedepan dapat terus dikembangkan dan dioptimalkan untuk kebutuhan listrik di Kota Manado. Listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga biomasa ini akan digunakan untuk pasokan listrik dikawasan RPH Bailang dan selanjutnya terus akan dikembangkan untuk kebutuhan listrik yang ada disekitar RPH termasuk untuk penggunaan fasilitas umum.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *