Rembug Tani Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Kecamatan Wanea Kota Manado

Rembug tani kelompok kontak tani nelayan andalan tingkat Kecamatan Wanea dilaksanakan satu hari dan dihadiri oleh kelompok tani (poktan) dan gapoktan  yang berada di kecamatan Wanea yang berjumlah 20 kelompok tani, pengurus KTNA Kota Manado dan penyuluh pertanian. Pelaksanaan acara rembug tani ini bertempat di Wale Kopi Samrat, pada Kamis, 15 November 2018.

Pada kegiatan rembug tani ini dilaksanakan sebagai wadah penyusunan rencana kegiatan, evaluasi permasalahan, kemajuan dan potensi kelompok tani yang ada, juga reorganisasi pengurus KTNA di tingkat Kecamatan Wanea. Dalam pertemuan rembug tani ini kelompok dapat menerima informasi tentang budidaya tanaman, informasi tentang perkembangan pertanian atau informasi tentang varietas dari suatu komoditi.

Pelaksanaan rembug tani ini difasilitasi oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan, yang  dihadiri oleh kelompok tani dan gapoktan yang ada di Kecamatan Wanea. Kegiatan rembug tani ini dilaksanakan sebagai wadah pemberdayaan pelaku utama. Kelompok-kelompok tani ini pada umumnya bercocok tanam memanfaatkan pekarangan rumah yang ada disekitarnya, dikarenakan keterbatasan lahan. Kelompok-kelompok tani ini memanfaatkan pekarangan yang ada dengan menanam tanaman hortikultura seperti tanaman hias, rempah-rempah, tanaman obat-obatan (Herbal/Biofarmaka).

Dan ada juga kelompok tani di kelurahan Tingkulu yang memiliki lahan pertanian untuk ditanami padi, jagung dan kedelai, selain itu ada juga kelompok tani yang menjalankan usaha pengolahan hasil pertanian. Kegiatan-kegiatan kelompok tani ini dilakukan untuk menambah produktifitas, pendapatan, nilai tambah atau secara umum meningkatkan kesejahteraan masyarakat lebih khusus untuk kelompok-kelompok tani yang ada di kecamatan Wanea.

Feriana Ch. Palandeng, S.Pt.,M.Si mengatakan “Rembug tani merupakan salah satu metode pemberdayaan petani melalui pertemuan yang dilakukan oleh kelompok tani (poktan)/gabungan kelompok tani (gapoktan) yang difasilitasi oleh penyuluh, rembug tani sebagai media solusi permasalahan petani”.

Untuk itu pelaksanaan rembug tani seperti ini perlu dilaksanakan secara kontinu agar segala kegiatan usaha tani dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan, demi kemajuan petani dan kesejahteraannya.

“Dinas pertanian Kelautan Dan Perikanan perlu memfasilitasi kegiatan rembug tani ini mengingat petani merupakan mitra kerja Dinas, dalam pengembangan pertanian di Kota Manado” kata Ir. Nolfie Dj. Talumewo sebagai Kepala Dinas Pertania Kelautan Dan Perikanan Kota Manado.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *