Biogas Untuk Energi Listrik di Rumah Potong Hewan (RPH)

Tim dari Bapelitbangda Kota Manado bersama staf rancangan dari Taiwan/China melaksanakan  survei awal mengenai jumlah produksi limbah yang ada di Rumah Potong Hewan (RPH). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memanfaatkan limbah RPH (Sapi dan Babi) untuk dijadikan pembangkit Listrik.

Selama ini limbah RPH hanya dibuang saja dan tidak digunakan, maka salah satu solusi yaitu dengan memanfaatkannya agar bisa digunakan untuk keperluan masyarakat. Langkah awal yaitu dengan melaksanakan survei untuk melihat potensi yang ada.

Menurut Kepala UPTD RPH Joyke N. Tumbel, S.Pt, “Rencana awal ini akan sangat bermanfaat kedepan untuk kota cerdas/smart city dalam menanggulangi pencemaran limbah RPH”.

Kepala Dinas DPKP Kota Manado, Ir. Nolfie Dj. Talumewo  juga mengatakan Pemanfaatan limbah yang ada RPH terutama untuk pembuatan biogas adalah suatu inovasi yang baik dalam menunjang  program Pemerintah Kota Manado, karena selama ini limbah tersebut hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Kedepan kita akan rancang kerjasama dengan para pemerhati pemanfaatan limbah untuk pembuatan biogas, selain untuk energi listrik biogas ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas (BBG) untuk kebutuhan rumah tangga, Kata Kadis DPKP”.

Pemanfaatan limbah RPH ini untuk kepentingan listrik dan bahan bakar gas akan dapat mengurangi limbah kotoran dapat juga memberi tambahan dalam peningkatan pendapatan.

TP-PKK Kota Manado Raih Juara Satu Festival Pangan Tingkat Provinsi Sulut

Prestasi membanggakan diraih Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni mendapat juara satu Festival Pangan non Beras non Terigu. Dalam festival yang diikuti TP-PKK dari 15 kabupaten/kota se-Sulut itu dengan tim penilai dari Kantor Pusat Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian, kemudian unsur TP-PKK Provinsi Sulut serta unsur Akademisi dari Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Unsrat.

TP-PKK Kota Manado, berhasil menampilkan produk pangan non-beras dan non-terigu dengan baik. Ketua TP-PKK Kota Manado Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene MS DEA yang turut didampingi Kadis Ketahanan Pangan Recky Sondakh mengatakan, keikut-sertaan TP-PKK Kota Manado pada kegiatan Festival Pangan telah diawali dengan kegiatan Lomba Cipta Menu (LCM) tingkat Kota Manado yang dilaksanakan tanggal 20 September 2017 lalu. “Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, pentingnya penerapan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman atau B2SA.

Ini juga sekaligus untuk mengajak masyarakat atau ibu-ibu PKK agar mampu meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan atau menciptakan menu B2SA berbasis sumberdaya lokal,” ujar isteri tercinta Walikota Manado. Menurutnya, sebagai kota yang berdaya saing dan berkualitas, aspek konsumsi pangan dan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator penting yang harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

“Oleh karena itu, perwujudan ketahanan pangan Nasional secara strategis dimulai dari pemenuhan pangan ditingkat rumah tangga, yang secara kumulatif akan mendukung terwujudnya ketahanan pangan ditingkat kota, provinsi dan nasional. Setiap warga atau keluarga yang berada di Kota Manado tentu berhak memiliki suatu ketahanan pangan, yaitu suatu kondisi yang menunjukkan terpenuhinya pangan di tingkat rumah tangga secara mencukupi, berkualitas, aman, merata dan terjangkau,” tandas Prof Paula. Dikatakan, aspek konsumsi pangan sangat erat kaitannya terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Bukti empiris menunjukkan kualitas SDM sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, dan status gizi yang baik ditentukan oleh jumlah asupan pangan yang dikonsumsi. “Masalah gizi yang terjadi pada masa tertentu akan menimbulkan masalah pembangunan di masa yang akan datang. Konsumsi pangan yang berkualitas, yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Oleh karena itu, secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan.

Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral, yang menjadikan kualitas gizi lebih baik,” pungkas Prof Paula.

Cari Solusi Pembebasan Lahan, Walikota Manado dan Kejati Sulut Menggelar Pertemuan

Pembahasan terkait Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano, Rabu (22/11/2017). Dimana, pembahasan di aula Kantor Kejati Sulut, jalan 17 Agustus Manado itu dipimpin langsung Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara (Sulut), Mangihut Sinaga SH.,MH. Walikota Manado, GS Vicky Lumentut yang diundang pun terlibat pembicaraan serius dan penuh keakraban.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Manado diminta ikut mencari solusi terhadap permasalahan pembebasan lahan proyek pekerjaan River Improvement of Lower Reaches of Tondano River Segmen II dan III, Package 6A dan 6B, yang digagas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara.

“Kami menggelar pertemuan ini untuk mencari solusi bersama, seputar permasalahan pembebasan lahan yang oleh sejumlah warga belum ada titik temu. Kita harus mengadakan pendekatan persuasif dulu, jika tidak ada titik temu baru aturan hukum yang berlaku nantinya,” ucap Kejati

Walikota Manado sendiri sangat berterima kasih atas inisiatif pihak Kejaksaan Tinggi Sulut untuk membantu pemerintah dalam permasalahan pembebasan lahan, khususnya di Kota Manado.

“Terima kasih telah mengundang kami dalam pertemuan yang sangat strategis ini. Apalagi, proyek pembangunan revitalisasi sungai Tondano ini, besar manfaat nanti khususnya mendongrak sektor pariwisata,” ujar Walikota

Revitalisasi sungai Tondano, tambah Walikota, membawa banyak manfaat diantaranya sebagai obyek wisata serta salah satu solusi mengatasi kemacetan.

“Ini akan jadi objek wisata baru, karena sungai akan menjadi tempat yang baru bagi daya tarik Pariwisata di kota Manado. Selain itu, sebagai solusi mengatasi kemamacet ada di sana, yakni wisata sungai,” tutur Walikota

Dikatakan, sebagai tindak lanjut penyelesaian masalah pembebasan lahan revitalisasi Sungai Tondano, pihaknya akan membentuk Tim Kerja Khusus.

“Saya akan bentuk Tim Kerja Khusus, untuk mempercepat penyelesaian Proyek Pembangunan Sungai Tondano dan lainnya. Pemkot Manado akan memanggil dan melakukan pertemuan atau dialog dengan pihak yang belum mengizinkan lahan mereka untuk dibebaskan. Tetap kita akan cari Win-Win Soluttion bersama,” kata Walikota

Sementara itu, Kepala Balai Sungai Wilayah Sulawesi, Jidon Watania menyatakan untuk normalisasi Sungai Tondano, pembebasan lahan tinggal 39 persen dan sudah 60 persen lebih yang sudah dibebaskan.

“Sesuai persetujuan JICA pekerjaan diperpanjang hingga September 2018. Kalau tidak menemui solusi, baru akan ke penegakkan hukum. Karena sudah ada aturan yang menegaskan 15 meter bantaran dan sepadan sungai, dilarang ada bangunan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Peraturan Wali Kota tentang sepadan Sungai baik Hotel maupun rumah,” tukas Jidon.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Kakanwil BPN Sulut Freddy Kolintana, Kadis Perumahan Pemukiman Manado Roy Mamahit, Kabag Hukum Pemkot Manado Paskah Yanti Putri dan sejumlah Camat di Kota Manado. (ES/AM)

Apel KORPRI Oktober 2017, Pelayan Rakyat Pastikan Kepentingan Publik Dapat Terpenuhi

Membangun kota cerdas dimulai dari birokrat yang juga cerdas. Konteksnya pegawai KORPRI yang paham tupoksi, tidak menunda kerja, dan tidak mempersulit orang lain dalam kerja. Pelayan rakyat dipercayakan untuk menata berbagai hal, memastikan bahwa kepentingan publik dapat terpenuhi, agar warga kota Manado dapat mengolah kehidupan dalam situasi aman, nyaman dan menyenangkan.

Hal itu diungkapkan oleh pembina apel Walikota Manado GS Vicky Lumentut melalui Wakil Walikota (Wawali) Mor D Bastiaan dalam awal sambutannya pada Apel KORPRI Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Selasa 17 Oktober 2017 pagi hari di Lapangan Sparta Tikala.

Upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pegawai sebanyak 5972 PNS di Pemkot Manado (menurut data SIMPEG BKD Kota Manado sampai bulan Oktober 2017) agar dapat mengimbangi segi kuantitas, telah terwujud seperti dengan diadakannya berbagai bimbingan teknis bagi para pegawai yang menangani atau menjadi operator dalam hal-hal khusus.

Wawali menyampaikan bahwa situasi dan perkembangan zaman mendorong PNS sebagai abdi masyarakat untuk beradaptasi (menyesuaikan diri). “Harus memahami dan menguasai teknologi terkini, serta mampu menerapkannya di lingkungan kerja, agar kualitas kinerja meningkat, dan pelayanan publik dapat dilaksanakan dengan lebih memuaskan. Setelah bisa beradaptasi, niscaya bahkan dapat berakselerasi, dengan mengembangkan pengetahuan dan teknologi, serta merumuskan kebijakan dan perencanaan program kegiatan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jauh ke depan. Berakselerasi berarti menjadi manusia visioner, bukan lagi sekedar bekerja mekanis,” kata Wawali.

Lanjut, Wawali membagikan sikap optimis kepada para PNS. “Saya percaya, segenap jajaran Pemerintah Kota Manado dapat beradaptasi dan berakselerasi dengan kemajuan zaman. Kuncinya adalah pada mindset (pola pikir) dan culture set (budaya kerja). Pola pikir terbuka memampukan kita belajar dan berusaha, sementara budaya kerja yang berlandaskan disiplin dan profesionalisme menuntun kita pada keberhasilan dan prestasi. Beradaptasi dan berakselerasi. Pahami, kuasai, dan kembangkan. Itulah yang dapat kita upayakan untuk membangun kota Manado sebagai Smart City,” terang Wawali.

Walikota Manado Jadi Irup Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2017

Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2017 tingkat Kota Manado dilaksanakan di Lapangan Sparta Tikala Manado dengan inspektur upacara (Irup) Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Sabtu (28/10) pagi.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Walikota Manado, ikut membakar semangat generasi muda Indonesia khususnya di Kota Manado. “Melalui peringatan hari Sumpah Pemuda tahun ini, kami menyampaikan salam hangat bagi tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan manca negara beserta keluarga, untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, serta terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Walikota mengutip kata-kata Menpora. Lanjut dikatakan, sebagai generasi muda yang hidup di era sekarang ini, patut memberi apresiasi yang tinggi terhadap pernyataan Ir Soekarno Presiden RI pertama yang menganggap pemuda itu sangat penting sebagai kekuatan untuk menaklukan dunia.

“Penghargaan dan hormat kita semua kepada Bung Karno, bapak bangsa tokoh pemuda masa itu, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya, Beri aku 10 Pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” tegas Walikota. Dikatakannya juga, sebagai pemimpin di Kota Manado, dirinya terus mensupport dan mendorong para pemuda di kota ini untuk meningkatkan kreatifitas serta perannya dalam membangun Kota Manado,” tandas Walikota, seraya menyampaikan selamat Hari Sumpah Pemuda tahun 2017.

Upacara yang berlangsung khidmat itu, turut dihadiri Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan SE, Dandim 1309 Manado Letkol ARM Toar Pioh, para pejabat Perangkat Daerah dilingkup Pemerintah Kota Manado serta ratusan peserta upacara khususnya para pemuda di Kota Manado.

Walikota Manado Tinjau Lokasi Pembangunan Rumah Korban Bencana di Pandu

Pembangunan rumah korban bencana 15 Januari 2014, di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, terus menjadi perhatian Walikota Manado GS Vicky Lumentut. Meski disibukan dengan berbagai tugas pemerintahan, Walikota Manado masih menyempatkan diri mendatangi lokasi pembangunan rumah tersebut, Rabu (01/11). Kedatangan Walikota Manado disambut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado Maxmilian Tatahede SSos, bersama para pelaksana pembangunan. Selain rumah warga korban bencana, Walikota juga meninjau berbagai fasilitas umum yang sementara dibangun, seperti masjid, gereja maupun sekolah.

“Saya minta agar pembangunan rumah korban bencana ini dilakukan secara benar. Jangan sampai setelah selesai sebentar, menjadi temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), dan kemudian akan bermasalah secara hukum,” kata Walikota. Menurutnya, masih ada 1.054 rumah yang akan dibangun untuk memenuhi permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado yang diajukan pasca bencana 2014 lalu. Dana yang digunakan merupakan dana dari pemerintah pusat, sedangkan lahan disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara.

“Jika ada masalah terkait tanah disini, silahkan dikomunikasikan ke BPBD Provinsi Sulut. Karena, soal tanah pembangunan rumah ini diberikan oleh pihak Provinsi,” pesan Walikota GSVL. Ketika bertemu warga dalam peninjauan tersebut, Walikota meminta mereka untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban. Apalagi tahun 2018 mendatang, lokasi itu akan diresmikan menjadi satu kelurahan dengan nama Kelurahan Pandu Cerdas. “Mari bantu kami ikut menjaga keamanan dan ketertiban disini. Kami juga akan menempatkan Babinsa dan Babinkamtibmas di lokasi ini, untuk membantu dalam menangani masalah keamanan,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, saat meninjau pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Walikota berjanji untuk membangun gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Sekarang ini memang baru gedung SD dan SMP yang kita bangun disini, tetapi kedepan saya akan upayakan dibangun gedung SMA. Kalau untuk PAUD sementara gunakan saja aula yang tersedia, sambil menunggu adanya gedung untuk PAUD. Supaya, anak-anak kita bisa mendapat pendidikan sejak dini melalui PAUD,” ujar Walikota. Warga sendiri menyampaikan terima kasih kepada Walikota Manado yang menaruh perhatian besar bagi mereka. Bahkan, selain rumah tinggal, fasilitas lainnya sedang dibangun pemerintah seperti sekolah, rumah ibadah, pasar, Puskesmas, jalan, listrik, air minum dan jalur angkutan kota. “Terima kasih Pak Walikota, telah menaruh perhatian yang sangat besar kepada kami di lokasi ini,” ujar Eva Mengko, ibu rumah tangga yang ada.

Walikota Manado Lihat Langsung Proyek Jalan dan Drainase di Gunung Tumpa

Lokasi obyek wisata Gunung Tumpa yang berada di Kecamatan Bunaken, juga tak pernah lepas dari pengamatan Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA. Pasalnya, Gunung Tumpa sekarang ini tengah menjadi fokus perhatian internasional terkait berbagai even dunia yang dilaksanakan di lokasi itu.

Untuk menunjang keberadaan Gunung Tumpa sebagai salah satu obyek wisata andalan Sulawesi Utara, khususnya Kota Manado, berbagai fasilitas pendukung seperti jalan dan drainase mulai dibangun. Hal itu terlihat, saat Walikota Manado bersama Camat Bunaken Wiliam Wongkar dan beberapa Kepala Perangkat Daerah di Kota Manado, melakukan long march dan melihat dari dekat pembangunan fasilitas penunjang di Gunung Tumpa tersebut, Rabu (01/11).

Walikota berharap, agar pembangunan harus dikerjakan tepat waktu dan sesuai kontrak. Apabila, pembangunan sarana itu telah selesai, akan membawa pengaruh yang sangat besar bagi pengembangan obyek wisata kebanggaan Sulut dan Manado tersebut. “Obyek wisata Gunung Tumpa ini telah dikenal di seluruh dunia, karena berbagai even kejuaraan paralayang dan paragliding tingkat internasional telah dilaksanakan disini. Bahkan, kedepan masih banyak even serupa yang akan digelar di tempat ini. Karena itu, pembangunan sarana jalan dan drainase, tentunya ikut memberi sumbangsih bagi pengembangan lokasi obyek wisata ini,” ujar Walikota.